Pengertian stunting, penyebab dan cara menanggulanginya

Pengertian stunting

Dean farma - surelnews.com - mungkin diantara kita masih banyak yang belum mengerti tentang apa itu stunting, penyebabnya dan cara menanggulanginya. Sebenarnya stunting bukan lagi isu atau permasalahan baru di Indonesia bahkan dunia.

Pengertian stunting, penyebab dan cara menanggulanginya


Angka stunting yang setiap tahunnya meningkat mungkin saja dipengaruhi oleh lingkungan dan kurangnya edukasi tentang hal tersebut. Namun sebelum kita membahas lebih dalam tentang stunting lebih baik kita mengerti dan mengenal apa itu stunting.

A. Pengertian stunting

Stunting adalah keadaan dimana seorang anak mengalami kegagalan tumbuh kembang.

Yang dimaksud dengan kegagalan tumbuh kembang ialah.

1. Kegagalan tumbuh (gagal tumbuh )

Seorang anak dapat dikatakan mengalami gagal tumbuh apabila berat dan tinggi badan anak tersebut tidak sesuai atau tidak sebanding dengan usianya.
Contoh : anak umur 2 tahun yang seharusnya berat badannya berkisar antara 9 - 12 kg serta tinggi badan yang seharusnya 80 - 90 cm namun berada jauh dibawah angka normal.

2. Kegagalan perkembangan (gagal kembang)

Gagal kembang adalah kegagalan berkembangnya kemampuan berpikir anak.
Contoh : anak usia 2 tahun yang seharusnya sudah dapat makan sendiri, sudah dapat minta makan, namun anak tersebut belum mampu.

Anak-anak yang bisa dikatakan stunting apabila mempunyai dua kegagalan diatas sekaligus, namun perlu kita ketahui bahwa mendiagnosa stunting atau tidak, memiliki pertimbangan yang rumit sehingga diperlukan tenaga ahli.
Apabila anda menemukan ciri- ciri diatas terhadap anak anda sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan pertama.

B. Orang yang berpotensi terkena stunting

Berikut adalah orang-orang yang berpotensi mengalami stunting.

1. Anak 1 hari dalam kandungan - 1 tahun setelah lahir 

Anak baru lahir yang kekurangan gizi pada saat ibunya mengandung menjadi orang yang paling beresiko mengalami stunting,  karena pada fase pertumbuhan dan perkembangan ditahap ini memerlukan perhatian dan pemberian nutrisi yang lumayan banyak.

2. Anak usia 2 - 5 tahun

Pada fase anak usia 2 - 5 tahun dikenal sebagai pertumbuhan dan perkembangan anak paling cepat sepanjang hidupnya, yang apabila tingkat pemberian gizi dan kebersihannya tidak diperhatikan dapat mengakibatkan stunting pada masa usia kanak-kanak.

3. Anak usia 6 - 12 tahun

Usia 6-12 tahun adalah fase akhir dimana seseorang akan mengalami masa pubertas dan berhentinya tubuh mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Pada masa ini penyebab anak mengalami stunting bukan lagi perkara makanan dan nutrisi namun perkara pengaruh lingkungan yang kurang bersih hingga tingkat stres yang tinggi.

C. Penyebab stunting dan cara menanggulanginya

Berikut kami jelaskan beberapa penyebab dan cara menanggulangi stunting pada anak

1. Kekurangan nutrisi

Kekurangan nutrisi pada anak adalah hal yang sangat sering terjadi di masyarakat karena anggapan yang mereka yakini bahwa makanan yang bernutrisi adalah makanan yang mahal serta tidak dapat mereka jangkau. 

Padahal kenyataannya makanan bernutrisi tidak dilihat dari harganya melainkan kandungan dalam makanan tersebut.

Cara menanggulanginya yaitu dengan cara mulai mengonsumsi makanan murah namun bernutrisi seperti: ayam, ikan tongkol, ikan mujahir, telur, tempe, tahu, atau makanan tinggi protein lainnya, serta kurangi memberikan makanan manis dan makanan instan atau makanan siap saji yang tinggi bahan pengawet dan pewarna makanan. 

Catatan: hindari memberikan makanan mentah atau kurang matang kepada anak  Karena makanan ersebut berpotensi mengandung kuman yang tidak mati secara sempurna sehingga dapat menyebabkan penyakit pada anak

2.kurangnya kebersihan lingkungan

Anak yang berada dalam lingkungan kumuh atau kebersihannya tidak terjaga akan berpotensi besar mengalami stunting. Hal ini dikarenakan banyaknya kuman dan bakteri penyebab penyakit yang mungkin mengintai mereka.

Anak dalam keadaan penyakit tertentu dapat menderita stunting,
Contohnya : pada anak yang terkena infeksi cacing (cacingan) akan susah dalam menyerap nutrisi yang masuk kedalam tubuhnya sehingga mengakibatkan gagalnya pertumbuha anak tersebut. Meski anak ini memiliki nafsu makan yang tinggi namun pada anak penderita cacingan tidak akan berdampak positif bagi tubuhnya.

Selain cacingan masih ada beberapa penyakit yang sering membuat anak menjadi stunting yaitu : tbc pada anak, demamdan  batuk terlalu sering, defisiensi nutrisi tertentu, kurangnya nafsu makan, dan masih banyak lagi.

Cara menanggulanginya adalah dengan memperhatikan kebersihan kamar mandi, kamar tidur, selokan atau pekarangan rumah dimana sekiranya anak sering bermain, dan berikan anak minum obat cacing minimal 4 kali dalam setahun.

3. Tingkat stres yang tinggi

Pada usia anak-anak antara 6- 12 tahun biasanya stres dimulai sejak anak tersebut mulai masuk ke bangku sekolah, dari suasana lingkungan yang berbeda dengan rumahnya hingga tekanan harus belajar dan bertindak menjadi orang baik adalah pemicu utama anak mengalami stres.

Anak yang mengalami stres akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangannya karena pada masa ini biasanya nafsu makan anak akan turun secara drastis.

Cara menanggulanginya adalah perhatikan agar anak tersebut lebih terbuka akan masalah yang ia hadapi didunia barunya yaitu dunia sekolah,  jangan sampai dunia sekolahnya menyebabkan stresnya meningkat.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url